BERANDA

save-our-nation-1

CARA MENCAPAI TARGET

SEMANGAT PERUBAHANSlide2

Slide3

Slide5

Saudara Yang Terhormat,

Marilah sejenak kita tengadahkan tangan, memohon ridho Allah Subhana Wa Ta’ala agar diberi petunjuk oleh-Nya. Dan semoga kita diberkahi kehidupan bahagia, sejahtera lahir dan bathin. Berdampingan sesama bangsa Indonesia dari berbagai suku dan agama dalam kebersamaan, tanpa rasa permusuhan, iri dan dengki.

Rakyat dan Bangsa Indonesia harus mawas diri

Kekayaan alam, kemalasan dan ketidak pedulian kita menjadi incaran bangsa asing. Kita hanya berharap bisa menjadi orang suruhannya, sedangkan para investor berpikir menggunakan otak, bekerja keras dan membeli harga diri kita. Ketergantungan pada modal alamiah merupakan bukti langsung betapa kapasitas kreatif bangsa ini tidak berkembang, sehingga kemakmurannya diperoleh dengan cara melakukan eksploitasi kekayaan alam saja, bukan melalui proses nilai tambah yang berbasis pengetahuan, teknologi dan kreativitas.

Hutan-hutan lebat dengan kayu berkualitas tinggi mereka tebangi, hasil tambang  berupa migas, emas, perak, nikel, batu bara, pasir besi dan pasir pondasi dikeruk dengan menguliti bumi dan menggali tanpa memandang batas wilayah yang diijinkan.

Seluruh hasil ekspor tambang, kayu, hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, habis untuk impor produk - produk teknologi dan budaya bangsa dunia pertama (telekomunikasi, mobil, pesawat terbang, film,musik, fashion, perangkat lunak).

Pada saat lingkungan kita semakin rusak, dan kita semakin miskin, negara-negara kreatif semakin kaya, lingkungan mereka semakin terpelihara, dan menjajah kita secara budaya.

Lalu?

Jika kita sendiri tidak merobah pola pikir, setelah habis masa konsesi mereka, maka bumi pertiwi yang amat kita cintai akan menjadi wilayah kering kerontang, tak punya hutan, tak punya air, dengan wilayah tandus sehingga alam tak lagi mampu memberikan kehidupan.

TANTANGAN

KITA SUDAH HAPAL, sudah berpuluh kali diselenggarakan musyawarah, seminar, lokakarya dan rapat-rapat yang membicarakan dan mencari solusi untuk member­dayakan dan memakmurkan rakyat.

Mungkin saja para pejabat sudah dibuat jengkel dan frustasi karena apa yang di gagaskannya seringkali berjalan ditempat. Hal tersebut bisa dikarenakan perenca-naan yang kurang matang, dana yang habis diperjalanan dan kemalasan masyarakat yang menjadi sasaran program.

Lepas dari masalah tersebut, yang jelas adalah tidak adanya etos memba- ngun, etos kerja yang baik, kurangnya disiplin dan efisiensi serta lemahnya pengawasan.

Community Entrepreneurs memiliki program untuk menjawab tantangan pengang­guran di Indonesia, khususnya di kalangan muda. Bank Mandiri, Ciputra University, Universitas Bina Nusantara dan beberapa Universitas Negeri dan Swasta lainnya telah berperan serta menciptakan pengusaha-pengusaha muda. Selain itu beberapa komunitas lain, para pengusaha dan organisasi telah terjun dalam  pemberdayaan masyarakat desa di bidang pertanian dalam bentuk hibah murni secara menyeluruh, masif dan terintegrasi.

Dan sebagai catatan semuanya tidak akan berhasil kalau hanya dilaksanakan secara sektoral, karena keberhasilannya harus didukung  pelaksanaan secara integrasi utuh menyeluruh.

Telah banyak upaya dilakukan berbagai pihak. Masalahnya karena dilakukan secara sendiri-sendiri kerapkali tak terintegrasi dan tak tepat sasaran dan berhenti dijalan. Kita harus merubah mind-set (pola pikir), sistem dan metoda yang kurang tepat. Seharusnya yang kita lakukan adalah bagaimana membuat warga masyarakat itu menjadi sepenuhnya mandiri sehingga mereka mampu mencukupi kebutuhannya sendiri, dan upaya berikutnya untuk membuat mereka makmur akan lebih mudah.

Pemberdayaan harus dimulai dari mengajari masyarakat dengan apa yang mereka bisa dan sesuai dengan daerahnya, kemudian kita tajamkan dengan sentuhan pemberdayaan dan teknologi. Pendidikan rakyat tidak bisa dilakukan dalam pendidikan formal, tetapi harus melalui aplikasi praktek dilapangan.

Dengan membangun dan memakmurkan desa melalui infrastruktur, suprastruktur, diklat dan sarana produksi, akan memberikan efek de-urbanisasi, dimana orang­-orang dari kota akan mengalir ke desa dengan adanya peluang kerja di desa. Ini berarti kota lebih mudah diatur, tidak macet, tidak sumpek, kriminalitas menurun, permintaan barang-barang kebutuhan, baik pokok, sekunder maupun tersier dari desa kekota semakin banyak, ini berarti roda perekonomian desa dan kota berputar dengan cepat. Deso dadi rejo. Kutho tambah mulyo (Desa jadi makmur, kota ber tambah mulia / sejahtera).

Akhirnya,

Setelah sekian lama mengamati, meneliti apa yang sesungguhnya terjadi di negara dan pada bangsa ini, kami berkesimpulan bahwa telah terjadi penumpukan egoisme, mau menang sendiri bagi orang dan kelompok tertentu, yang telah meninggalkan ciri khas bangsa ini yaitu gotong royong dan keramah tamahan.

Kesenjangan sosial, keterpurukan ekonomi, tawuran antar suku dan bahkan antar desa dan kampung tetangga, telah menciptakan ketidak harmonisan antar komponen bangsa yang bisa menjurus pada perpecahan bangsa ini. Pertarungan untuk mempertahankan ideologi serta pendapat pribadi dan kelompok telah menyulut api permusuhan.

Menurut pengamatan kami, semuanya bermula pada perebutan citra dengan maksud memiliki pendukung yang berakhir pada pemenangan kepemimpinan di segala lini pemerintahan dan kekuasaan.

Apakah kepemimpinan dan kekuasaan itu mampu memakmurkan dan memberikan ketenangan dalam menjalani hidup rakyatnya ?. Itu masih terus saja menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Kerapkali yang kita lihat, rakyat hanya dijadikan sasaran pemanfaatan dalam berbagai hal dan kepentingan oleh segelintir orang.

Kita, sebagai rakyat Indonesia harus menyadari bahwa kekayaan alam kita telah dijual dan digadaikan. Segelintir orang saja yang menikmati kekayaan tersebut, dan sebagian besar diambil oleh orang asing yang menggunakan teknologi dan peralatan canggih membabat hutan, mengeruk bumi pertiwi yang pasti akan habis dalam waktu singkat. Tidak sebanding pajak dan royalti yang diterima negara untuk kepentingan rakyatnya.

Nah sambil menunggu datangnya kemakmuran bagi kita semua, kami mengajak Anda untuk mulai merajut harapan dan cita-cita melalui jalur yang agak berbeda.

Apa yang bisa kita lakukan?. Apakah kita selalu menunggu, menanti uluran tangan pemerintah untuk menghidupi diri dan keluarga kita?

Kami hanya akan memanfaatkan peralatan elektronik bernama komputer, yang sekarang ini hampir setiap keluarga telah memiliki menyusul kepemilikan televisi, karena harganya yang semakin terjangkau dengan akses internet lebih mudah, cepat dan murah.

Untuk mengikuti program, Anda hanya dipersyaratkan membeli salah satu Paket  Produk yang bisa dipilih.                                                        

Harga yang cukup hemat dibandingkan nilai manfaat yang dikandungnya, akan membawa anda menuju jenjang yang lebih baik dalam mengarungi kehidupan dan kesejahteraan.

Untuk itu kami nantikan Anda bergabung bersama kami.

Hormat kami,

Pengelola                                                                         

Isnariani Budiwati 

 

SALAM SEJAHTERA

BERSAMA KITA MENCAPAI GERBANG MENUJU HIDUP SEJAHTERA

Kami, manajemen M/C/A-Worldwide Enterprise  melalui  GOLDENSTARGATE  (URL: goldenstargate.org)  bersama pengelola kelompok BLOG pendukungnya, mengucapkan TERIMA KASIH  atas kunjungan anda ke blog – media komunikasi kami. Sudah sejak lama (1966) kami mendedikasikan diri dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia dan saat ini tergerak hati untuk kembali lagi melakukan revitalisasi dengan  menyebarluaskan program pemberdayaan masyarakat untuk segala strata sosial. Yang berarti masuk ke lingkungan lapisan atas dan bawah hingga terkumuh yang harus diupayakan menjadi warga Negara dan bangsa yang kuat, mandiri dan menghargai kebersamaan guna membangun kesejahteraan rakyat.

M/C/A – WORLDWIDE ENTERPRISE dengan unit-unit operasionalnya memanfaatkan moda teknologi informasi dan komunikasi, merealisasikan kegiatannya turut Menciptakan Indonesia Yang Baru, Penuh Kedamaian, Kerjasama Antar Warga, Saling Menghargai Pendapat guna Mencapai Indonesia Mandiri Yang Makmur dan Sejahtera.  Kami juga menyadari bahwa itu  memerlukan perjuangan dan pengertian serta pemahaman. Djer Basuki Mawa Beja, Gemah Ripah Loh Djinawi, Tata Tentrem Kerta Rahardja.

Dalam upaya untuk berbuat baik terhadap masyarakat yang kini tengah terombang-ambing dalam berbagai masalah yang kerapkali tidak pernah dimengertinya, yang membuat mereka bertambah bingung dalam menghadapi masa depan mereka, maka perkenankanlah kami sedikit mencoba membantu.

Kami datang untuk sedikit menyumbangkan pikiran dan upaya serta memberikan petunjuk bagaimana seharusnya kita kini harus bertindak.

Jumlah anggota masyarakat yang membutuhkan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga berada dalam prosentasi yang terbanyak dibandingkan mereka yang cukup bekerja sedikit atau bahkan tanpa kerja sedikitpun tapi menikmati kehidupannya dengan tenang, santai dan senang.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita harus merasa iri hati kepada mereka? JANGAN!. Karena bagaimanapun apa yang mereka nikmati adalah hasil jerih  payah mereka, atau orang tua dan kakek mereka.

Yang perlu kita kerjakan sekarang adalah belajar dan berusaha selalu berpikir tenang dan mencari peluang untuk bisa mendapatkan kesenangan seperti mereka. Cari peluang dan lakukan berbagai cara halal dan positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kita.

MUNGKINKAH?

KEBERSAMAAN MENDUKUNG KEBERHASILAN

Berulang kali kita mendengar bahwasanya bekerjasama atau kebersamaan merupakan suatu jalan keluar bagi setiap orang, setiap warganegara, setiap suku dan setiap rumpun bangsa untuk mencapai sukses.

Kalau kita perhatikan gambaran persaingan yang ada saat ini tidak mecerminkan upaya-upaya untuk memperbaiki sistem kebersamaan, tapi condong pada kepentingan perorangan atau individu.
Memang tidak salah bila kelompok itu memperjuangkan kepentingannya, tapi hendaklah dijalankan dengan sikap santun, terpuji dan penghargaan terhadap  sesamanya. Bahkan kadang-kadang kita melihat yang nampak adalah adanya unsur-unsur keserakahan.

Kalau dalam agama diajarkan keikhlasan, tampaknya ajaran tersebut masih jauh panggang dari api. Banyak orang atau kelompok yang mementingkan dirinya sendiri untuk mencapai kemenangan.
Padahal  kalau kita mau sedikit merenungkan, apalah artinya kemenangan jika itu diperoleh diatas penderitaan lawan atau orang yang lain. Marilah kita mencoba merasakan kenikmatan apa yang kita peroleh meski sedikit, tapi penuh dengan rasa syukur.
Setapak demi setapak, melalui jaringan komunikasi dan informasi blog-blog pendukung aktivitas kami, kami akan berusaha memberikan jalan keluar menuju pemanfaatan kebersamaan dan kegotong royongan yang sesungguhnya telah kita miliki sejak dahulu kala.

Kami meyakini, bahwa kenikmatan yang hanya sepotongpun bila kita rasakan dan syukuri akan menular pada warga lainnya, yang akan mengarah pada kebahagiaan dan kesejahteraan.